A tribute to Abah & Mama

An amazing parent for whom I wrote the following…

Abah dan Gedung Dwiwarna September 26, 2017

Filed under: Uncategorized — idanurbagus @ 12:23 am
Tags: ,

Bandung.

 

Abah,Indah Anggoro (Iin) Bandung sekarang sudah beda. Sudah meriah dan penuh dengan fasilitas kota besar. Fasilitas kota, bangunan kiri kanan jalan serta udaranya sudah banyak berubah.  Kemarin kami ke sana. Ya kami, ke tiga anak mu. Menyusuri gedung Dwiwarna tempat kami menghabiskan masa kecil yang begitu indah bersamamu.  Dan ketika mulai memasuki  komplek Gedung Dwiwarna di jalan Diponegoro yang terkenal itu, rasanya kami begitu rindu padamu…..

Abah,  Gedung tempat Abah kerja dulu tak banyak berubah. “Pangsinpong” bahasa yang dikenal orang dulu….Bangunan kokoh (khas didirikan oleh Belanda) masih seperti yang ada diingatan kami.  Tak ada penambahan berarti selain catnya yang masih nampak baru.  Tanaman hijaunya sudah semakin banyak,  barangkali untuk mengimbangi lapangan rumut yang sekarang sudah jauh berkurang.

IMG-20170923-WA0069Aula….. tempat kami bermain – masih sama.  Jalan menurun tempat kami bermain sepeda – masih sama. Pelataran kantor  tempat kami sibuk bermian mulai dari congklak sampai skateboard, yang berupa lorong  panjang, juga – masih sama. Bedanya sekarang sepi dan nampak lebih “protokoler”. Security yag ada di depan, siap menciutkan anak-anak yang saat dulu…bebas berkeliaran di seputar Gedung. Sekarang mereka tak ada lagi. Tidak seceria masa dulu, dimana anak-anak bebas masuk dan berkeliaran di seputar gedung.

Menghirup udara di seputar gedung, membuat kerinduan kami,  padamu tiba-tiba saja memuncak.   Rindu akan sosok mu yang tak banyak bersuara. Rindu akan figurmu yang begitu penuh wibawa. Dan kerinduan itu semakin terasa  ketika setiap jejak langkah kami, menatap  suasana yang begitu nostalgic dengan mu. Merindu ku padamu.

Akh….Bandung…. nampaknya  kota ini akan terus  menawan hati kami….

IMG-20170923-WA0074Abah, Ini kami datang bersama. Tiga putri kecilmu…yang dulu begitu bahagia besar di kota ini…., terimakasih atas semua kebahagian yang sudah kau beri pada kami…mudah-mudahan Abah tetap bangga dengan kami, putri-putri mu….

Advertisements
 

Rumah Dinas Yang Tergantikan August 5, 2014

Filed under: Uncategorized — idanurbagus @ 6:45 pm
Tags:

cempakaDuapuluh tujuh tahun lalu , kala pertama aku dicempaka3bawa ke rumah itu.

Rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan halaman luas bergaya tempo doeloe yang nyaman dan asri. Di sisi kiri, pohon beluntas memanjang di sepanjang  jalan cukup untuk mengurangi debu mobil-motor yang lewat di Jalan Cempaka X.

Di rumah itu segalanya bertumbuh. Dari sana aku mulai mengenal nikmatnya nasi kuning banjar – ketupat kandangan – pundut nasi yang kini sudah berubah marak dengan makanan-makan kota.

Dulu berbelok dari kiri rumah menuju teluk dalam, akan melewati sungai Teluk Dalam yang ketika “banyu surut” ramai dilewati oleh ibu-ibu berjukung lenggkap dengan tutup kepalanya, ketika “banyu pasang mereka tidak bisa lewat karena “santuk” deperpisahan keluarga ngan jembatan yang berjajar di sepanjang Jalan Teluk Dalam menuju Trisakti.

Hari berlanjut bulan tak terasa puluhan tahun tlah berlalu. Kenangan dari kami yang masih usia sekolah hingga pernikahan kami anak-anak-nya pun berlangsung di rumah itu. Keceriaan abah cembeserta para cucu, terangkai panjang disana. ultah angga dengan kai

Kini, di kiri-kanan rumah itu, ruko-ruko tinggi sudah kokoh terbangun. Rumah kayu kami sudah semakin ‘tak terlihat’, tenggelam dengan kemegahan bangunan-bangunan baru yang ada.

Sejak sepeninggal Abah, 2006. Rumah yang meninggalkan berjuta kenangan itu semakiun tak terawat.

Sudah tak ada lagi yang mau dengan sabar mengecat dinding-dinding-nya. Bocor kecil yang ada lambat laun berubah menjadi tumpahan air jika hujan lebat datang. Semakin tak ‘terawat’ setelah mama-pun lebih memilih tinggal dengan kami anak-anaknya.

Bersamaan dengan itu, Tim dari Departemen Keuangan ditugaskan untuk mendata dan menginventaris, semua rumah dinas yang ada, termasuk ke rumah kami. Intinya, Rumah Dinas – harius kembali diperuntukan untuk PNS yang masih aktif. Kami-pun setuju. Tinggal dicari waktu yang tepat.

saat penyerahan tim dari DepkeuHari penyerahan tiba. Tidak ada yang berkurang saat kami semua (isteri-anak dan cucu Abah) meninggalkan rumah itu.  Kenangan berharga dengan Abah yang sudah terbangun puluhan tahun di rumah itu, tak ingin kami ciderai dengan meninggalkan rumah dalam  kondisi porak poranda. Atas nama Abah, kami meninggalkan rumah itu dengan gagah.   Abah terlalu berarti bagi kami  kalau hanya dihargai dengan pengalan-pengalan kayu ulin atau benda apapun lainnya yang sebetulnya bisa kami ambil.

Mengenang bagaimana Abah merawat semua bagian rumah itu, dari  tanaman depan sampai ke belakang rumah, membuat kami sepakat  untuk menutupnya dengan kenangan indah.

…..kalau sekarang kami mendapat rumah baru…. barangkali ini rumah yang di kirim  Abah untuk kami.  Terima kasih Abah,  semoga jejak lakumu, selalu menginspirasi kami.  Amin.

 

Unyu unyu si telur penyu June 4, 2012

Filed under: Uncategorized — idanurbagus @ 12:54 pm
Tags: , ,

Sudah lama ga liat telur penyu.

Pertama dikenalkan Abah pada telur penyu, sekitar puluhan tahun silam.  Rasanya aneh. Bentuknya  tidak bulat utuh tapi  seperti bola pingpong yang penyok,  beda banget dengan telur ayam biasa. Khususnya pada bagian putih telurnya, yang meski sudah di rebus, tetap saja cair.  Entah karena bentuknya yang unik atau karena alasan lain, telur penyu terus diburu.

Di Jakarta,  tak pernah  terlihat ada telur hewan melata ini, beda dengan di Banjarmasin,  di sela deretan pasar sudimampir, (dulu)  tiap hari ada saja, satu atau dua penjual telur penyu lengkap dengan deretan telur yang telah disusun rapi, malah kita tinggal pilih mau beli yang mentah atau yang sudah matang (sekarang apa masih ada ya?), plus di beberapa rumah makan yang berada di jalur-jalur utama (more…)

 

Korea yang terbangkitkan August 5, 2011

Filed under: Uncategorized — idanurbagus @ 8:34 pm

Kurang lebih 30th lalu, Abah dapet tugas belajar di Jakarta.  Sepulang ke rumah Abah membuka koper dan mengeluarkan selembar baju, warna putih, yang  sekarang baru ku tahu kalau baju  itu berbahan katun, sehingga ketika dipakai terasa sekali, adem.

Satu yang ku ingat lagi, saat itu Abah dengan bangga bilang, bahwa baju itu “Made in Korea.”

Beda dengan anak-anak sekarang yang sudah mendengar Korea dari berbagai media. Sejak booming  F4, sampai Kim Bum dan sekarang  Kimgyunjoong.

Dulu, aku belum paham di mana itu Korea, yang aku tahu, Korea itu bukan di Indonesia, pasti di sebuah tempat yang jauuuuuh…  Pasti juga sebuah  negara hebat, sampai-sampai Abah begitu semangat dan menekankan banget kalo baju itu “dari Korea.” (more…)

 

teknologi “u.a.n.g” April 5, 2011

Filed under: Uncategorized — idanurbagus @ 3:31 am
Tags: ,

Karena Abah orang keuangan, segala hal yang berbau keuangan, termasuk teknologi dan pernak unik yang mengiringinya selalu mengingat ku pada beliau.

Dulu pernah bareng Abah beli baju di sebuah toko. Setelah sampai rumah ternyata bajunya kurang pas. Akhirnya kami balik lagi ke toko tersebut. Aku masih terlalu kecil untuk mengingat kejadian persisnya, yang pasti, aku ingat Abah marah besar ketika kasir beralasan, baju tidak bisa ditukar, karena datanya sudah masuk komputer. (more…)

 

Layangan Perkasa, Terbang Meng-angkasa… February 10, 2011

Filed under: Uncategorized — idanurbagus @ 4:01 am
Tags:

Siang kemarin matahari begitu menyengat. Dari kamar atas angin yang berhembus terasa panas. Jauh di balik jendela nampak layang-layang putih terbang di angkasa. Seorang diri. Tak ada lawan, tak ada teman, berarak berputar-putar. Bagai penguasa yang terus mencari lawan dengan pongahnya.

Melihat layangan, lagi-lagi ingat Abah. Rasanya, tidak ada sosok seperti Abah, yang begitu piawai menguasai layangan, dari hulu – hingga hilir. Dari membuat, menerbangkan dan memainkannya untuk menjatuhkan lawan. Wah….luar biasa…

Beberapa hari lalu aku kebingunan ketika menjelaskan arti lagu layangan pada jagoanku, …ku ambil buluh sebatang, ku potong sama panjang, ku raut dan ku timbang dengan benang, kujadikan layang-layang…. bagaimana menjelaskan ku raut dan ku timbang dengan benang. Setengah puyeng aku mencari-cari cara untuk mendeskripsikannya pada anakku. Sementara dulu, Abah tak pernah berteori ini itu, beliau dengan santai menunjukan padaku bagaimana cara membuat sebuah layangan. aku melihat sendiri ABah melakukan itu. Meraut benang, lalu men’stel’ layangan hingga bisa ber’kepak’ Asik…. mentranslate kejadian itu dalam bahasa verbal ke Angga sekarang , ternyata tidak mudah. (more…)

 

Pasar Beraroma Surga January 31, 2011

Filed under: Uncategorized — idanurbagus @ 9:21 pm
Tags: ,

Indonesia is the largest Muslim-majority nation in the world, which is always pride ourselves in our emphasis on akhlaq (ethics) and always seem to think that Muslim countries are much more ethical that non Muslim countries. Apa iya ya…jadi inget pas dongengan tentang Talad Thai with Abah.

Begini cerita lengkapnya.

Dulu, waktu aku tinggal di Bangkok, seminggu sekali, bersama ibu-ibu sesama Indonesia, kami menyewa taksi menuju Talad Thai, sebuah pasar besar di Phatum Tani, Bangkok. (Rini, Mba Riana, Mba Wiwin, miss u so much…)

Namanya pasar di Bangkok, yang di jual khas ala Bangkok, serba jumbo, sawi, kangkung, wortel semua ukuran big size. Sebagai ‘tamu’ di sana kita tidak perlu merasa takut ditipu dengan harga mahal, karena meski pasar traditional, mayoritas barang yang dijual sudah dilengkapi dengan harga di atasnya, jadi tak perlu tawar menawar lagi. Tapi bukan cerita tentang itu yang membuat Abah heran, melainkan adanya rasa aman buat yang siapapun yang berbelanja di pasar itu, ini yang utama. (more…)